Mengenal Driving Shoe, Sepatu Khusus Untuk Berkendara

Diposting pada
"Kalau nyeker, lebih mantap aja rasanya nginjak pedal-pedal di mobil,” pendapat William, seorang karyawan perusahaan swasta di Jakarta. Bisa jadi dari kita ada yang memiliki pendapat sama dengan William. Menginjak pedal di kolong kabin mobil dengan bertelanjang kaki. Ada yang beralasan lebih sensitif karena ujung saraf menyentuh langsung pedal. Padahal, ada lo sepatu khusus berkendara. Driving Shoe namanya.

Tindakan nyeker yang kerap dilakukan William sangat berisiko tinggi untuk membuat kaki cedera. Misalnya kaki yang berkeringat bisa menyebabkan terpeleset saat menginjak pedal-pedal. Kalau sudah begitu laju mobil bisa tak terkendali dan mungkin menyebabkan kecelakaan.

Jadi, jangan biarkan kaki kita bersentuhan langsung dengan pedal-pedal di mobil. Langkah idealnya, gunakan sepatu mengemudi, sehingga aktivitas berkendara bisa lebih nyaman dan aman.

Seperti apa sih sepatu mengemudi atau driving shoe itu? Berikut ulasannya.

Driving Shoe pertama kali diperkenalkan di Italia

Tahun 1963 merupakan salah satu tahun bersejarah bagi dunia otomotif dl Italia. Seorang bernama Glannl Mostile bersama Prada (produk mode dari Italia) mendirikan perusahaan pembuat sepatu mengemudi yang bernama The Original CarShoe, atau biasa disebut Car Shoe. Merek tersebut segera memperoleh paten dari Kementerian Perindustrian dan Perdagangan Italia, serta mendapat dukungan dari Presiden Amerika Serikat saat itu, John F. Kennedy.

Pada awalnya sepatu ini hanya digunakan oleh orang kaya, karena kala itu tidak semua orang mampu membeli sepatu berbahan kulit hanya untuk mengemudi. Kemunculannya diawali karena para orang kaya saat itu tidak Ingin menggunakan sepatu tradisional, yang biasa mereka gunakan untuk bepergian, sebagai sepatu untuk mengemudi. Alasannya karena sepatu tradisional membuat mereka kesulitan saat harus mengemudi.

Driving Shoe harus lentur dan ergonomis

Tidak semua sepatu bisa digunakan untuk mengemudi. Pertimbangan paling utama saat memilih sepatu sebenarnya adalah soal kenyamanan. Jadi, jangan terpengaruh oleh mode yang sedang ngetren.
Driving Shoe

Pada umumnya sepatu untuk mengemudi bersifat lentur dan ergonomis mengikuti bentuk kaki. Hal ini membuat kita merasa tetap nyaman saat menapak di lantai mobil atau ketika menginjak pedal gas, rem, dan kopling.

Untuk memperoleh kenyamanan dan ergonomis saat dipakai, maka bahan yang cocok buat sepatu mengemudi adalah bahan kulit. Karena kulit mempunyai kelenturan dan daya tahan yang kuat.

Selain itu, bagian sol atau alas sepatu harus memiliki ukuran telapak yang lebar, namun tipis. Tujuannya supaya kita dapat merasakan gerakan pedal dan menentukan keras lembut tekanan yang harus diberikan kepada pedal.

Sedangkan sol sepatu pada bagian belakang harus dibuat naik menutupi tumit. Fungsinya agar saat menginjak gas atau rem, kaki tetap stabil dan tidak licin. Karena karet di bagian tumit sepatu berfungsi mencengkeram pada karpet mobil.

Inilah salah satu bagian yang paling membedakan driving shoe dengan sepatu lainnya. Saat ini sepatu mengemudi dijual di berbagai toko sepatu. Harganya pun beragam, mulai dari Rp. 400 ribuan hingga jutaan rupiah.

Karet yang terbaik

Seiring perkembangan mode saat ini, bahan pembuat sol sepatu pun bermacam-macam. Mulai dari karet, kayu, plastik, hingga polivinil klorida (PVC). Nah, dari sekian banyak bahan itu, karet mempunyai daya cengkeram yang paling baik. Soalnya, pada umumnya pedal dan karpet juga berbahan karet.

Meskipun sepatu beralas kayu biasanya dilapisi karet sehingga menjamin kestabilan dan daya cengkeram, namun kayu bersifat keras. Kriteria kelenturannya pun tak bisa terpenuhi. Sedangkan bahan plastik, jelas akan lebih licin jika digunakan untuk mengemudi.

Akan tetapi, jangan lantas menggunakan sandal jepit dengan alasan kelenturan dan terbuat dari karet. Menggunakan sandal jepit sama juga dengan bertelanjang kaki. Soalnya sandal tidak mengikat telapak kaki dengan baik. Kemungkinan gagal menginjak pedal bisa saja terjadi ketika memindahkan kaki dari pedal ke pedal lainnya. Belum lagi kalau sandal tak sengaja terlepas atau tersangkut di antara pedal, bisa-bisa mobil hilang kendali.

Toh sol karet memiliki “musuh” juga. Yakni oli atau solar. Jika tanpa sengaja kita menginjak cairan itu, keringkan dulu. Sebab sol karet yang terkena oli atau solar akan menjadi licin. Bila tidak dikeringkan bisa-bisa terpeleset saat menginjak pedal.

Kelihatan sepele memang soal sepatu ini, namun jika gara-gara menggunakan alas kaki yang tak pas lalu terjadi kecelakaan gara-gara alas kaki itu, apakah lalu Anda masih menganggapnya sepele? Jadi, tak ada salahnya kita siapkan sepatu khusus untuk menyetir.

Tak soal jika sepatu itu kemudian hanya ditaruh di kolong kursi sopir saat Anda berjalan-jalan di mal atau ngantor. Eh, tapi sekarang model sepatu khusus mengemudi ini sudah keren-keren kok. Jadi, mau bergaya juga oke.

Ciri-ciri sepatu mengemudi yang baik

  1. Berbahan kulit atau beledu.
  2. Sol bagian belakang harus naik menutupi tumit.
  3. Sol berbahan karet
  4. Ketebalan sol sepatu permukaan atas antara 1.6 mm - 1.8 mm (pria) dan 1.4 mm - 1,6 mm (wanita).

sepatu mengemudi yang baik

Namun ada baiknya Anda mencoba sepatunya dahulu sebelum membeli. Sepatu yang pas bagi seseorang belum tentu pas bagi orang lain. Tak ada resep untuk hidup yang sesuai untuk semua kondisi.