Keguguran Kandungan, Ibu Ini Sumbangkan 92 Galon ASI

Diposting pada
Di tengah kesedihan yang tak terbayangkan akibat keguguran kandungan, Amy Anderson menyadari bahwa tragedi itu menyimpan hikmah mendalam. Ketika usia kehamilannya mencapai 20 minggu, putranya Bryson meninggal dalam kandungan karena obstruksi saluran kemih yang menyebabkan tekanan tinggi pada jantung janin itu.

Meskipun rasa kehilangan akibat tragedi keguguran kandungan itu cukup menghancurkan, tubuh Amy mulai memproduksi air susu. Saat dokter menyarankan ibu muda itu untuk mengkonsumsi obat guna membantu mengurangi produksi ASI. Amy malah memutuskan untuk memompa ASI karena dia ingin melepaskan tubuhnya dari rasa sakit dan tekanan yang ia rasakan.

"Saya merasa dekat dengan Bryson, perasaan itu mengingatkan saya betapa saya merindukan hubungan menyusui seperti yang telah saya jalin bersama anak sulung saya. Memompa ASI untuk mengenang Bryson rasanya sangat tepat. Semua kehidupan memiliki makna, demikian pula kehidupan anak saya. Saya memutuskan untuk menerima tujuan hidupnya." Katanya kepada PhillyVoice.

Amy mulai melakukan riset dan menyadari bahwa donor ASI memiliki permintaan yang cukup tinggi, terutama untuk menyelamatkan bayi yang lahir prematur. Dia juga mengetahui bahwa ASInya disebut ASI prematur yang sangat kaya nutrisi. Amy kemudian memutuskan untuk menyumbangkan 92 galon ASI yang ia simpan selama delapan bulan. "Coba bayangkan berapa banyak hidup bayi yang bisa diselamatkan dengan 92 galon ASI!" seru Amy.

"Duka kehilangan anak saya adalah refleksi dari cinta yang saya miliki untuk dia. Saya tidak bisa memberikan cinta atau susu saya untuk Bryson, karena dia tidak hadir secara fisik. Namun saya bisa mengungkapkan cinta saya untuk dia dengan cara mendonasikan ASI. Ekspresi ini menyembuhkan saya baik secara fisik maupun emosional," kata Amy. "Selama masih ada air mata, hati saya terus terisi dengan perasaan bangga sebagai seorang ibu yang berbagi cerita cinta kepada putranya. Melalui kesedihan saya, saya telah menemukan rasa syukur, dan rasa syukur saya terus bertambah banyak. Saya telah belajar untuk selalu mencari berkah dalam segala situasi, betapapun berkah itu tersembunyi. Jujur, saya bisa, dan akan terus berbicara tentang warisannya selamanya."

Lebih lanjut tentang Amy Anderson, Anda dapat membuka halaman Facebook Donating Through Grief untuk sekedar memberikan dukungan atas usaha mulia yang sedang ia lakukan.