Inilah 32 Film Terbaik Untuk Ditonton Pria

Diposting pada

10 Adrian's Best Indonesian Movies

Adrian Jonathan Pasaribu. Seorang penulis, kritikus film, sekaligus Pemimpin Redaksi Cinema Poetica, yang kali ini memberikan pencerahan kepada Kamu yang suka meremehkan perfilman Indonesia.
  1. KERAMAT (2009)
  2. “Bukan teknik yang baru, ini hampir sama seperti kalian menonton found footage Blair Witch Project atau Paranormal Activity. Di Indonesia, horor pasca reformasi itu adalah horor yang mengarah ke kota. Masalahnya, film horor 2000- an mencoba memindahkan setan-setan desa ke kota, yang akhirnya membuat film tersebut terasa aneh. Tapi Keramat terasa spesial karena ini adalah film horor baru yang berhasil mengembalikan setan pada fitrahnya. Sama seperti film horor zaman dulu yang menampilkan semua setan desa dengan setting yang sesuai. Sensasi seperti itulah yang saya dapat dari film ini.”

  3. KANTATA TAKWA (2008)
  4. “Ini adalah sebuah dokumenter eksperimental. Ceritanya tentang konser akbar mereka di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, tahun 1991. Hampir nggak ada cerita di dalamnya, hanya kesan dari kepribadian masing-masing anggotanya. Saya suka film ini karena mainmainnya itu. Saya pribadi memang suka mendengarkan Iwan Fals dan Kantata Takwa, terutama saat ayah saya memutar lagu mereka semasa kecil. Kalau mau yang seriusnya, film ini memang ngomongin soal Orde Baru, tapi semua orang yang menonton film itu malah lari karena ada kenangan dengan band dan musiknya. Yang makin berkesan buat saya adalah saat saya memutar film ini di Jogja. Yang datang sekitar 120 orang, dan sepanjang film mereka menyanyi. Pada akhirnya mereka tidak membicarakan ceritanya, tapi mereka tetap senang, sama seperti saya.”

  5. SI MAMAD (1973)
  6. “Saya suka dengan film ini karena ceritanya. Pada dasarnya film ini menyentil PNS di zaman pemerintahan Soeharto. Bercerita tentang seorang penjaga arsip negara yang jujur dan lurus banget, sedangkan lainnya tidak. Suatu hari Pak Mamad ini mencuri kertas kantor untuk keperluan pribadinya, lalu ia merasa bersalah karena mengambil barang sekecil itu. Dan itulah konflik utama di sepanjang film. Saya nggak pernah menemukan film dengan konflik seremeh itu, dengan setting yang luar biasa. Akhirnya dia meninggal karena merasa bersalah. Berlebihan sih... Tapi sekali lagi, film ini bisa mengkritik kita dengan cara sehalus itu. Faktor lain yang saya suka adalah dialog-nya, sangat alami seperti yang kita dengar sehari-hari. Saya saja sampai kaget ada beberapa bagian dialog yang bisa lulus sensor, ha ha.”

  7. IBUNDA (1986)
  8. “Tokoh utamanya tentu saja seorang ibu, sesuai dengan judulnya. Ia berusaha mempertemukan anakanaknya yang terpisah dari berbagai tempat dan karena konflik di dalamnya. Alasan personalnya ya karena saya dekat dengan ibu saya. Kalian tahu istilah femme fatale kan? Di film Hollywood kita selalu melihat sosok femme fatale sebagai sosok yang seksi dan memanfaatkan tubuhnya untuk mendapat apa yang dia mau. Itu sosok yang barat sekali. Setelah menonton film ini saya jadi menemukan sosok femme fatale yang khas kita, khususnya orang Jawa. Sosok ibu di sini sangat tua sekali, kalian nggak akan menemukan keseksiannya, tapi dia bisa menggunakan caranya untuk mendapatkan apa yang dia mau. Saya nggak bilang femme fatale itu baik atau buruk ya. Itu bisa kita temui di setiap keluarga dan sangat dekat.”

  9. SETAN KREDIT (1981)
  10. “Ini adalah salah satu film yang saat pertama kali ditonton, Kamu pasti suka karena humornya. Tapi setelah dua kali Kamu tonton, Kamu akan mendapat hal yang baru lagi. Warkop DKI adalah tokoh yang sangat intelektual. Di balik humor mereka yang seputar cewek, ternyata ada kedalaman tersendiri yang nggak pernah saya sangka. Film Warkop DKI seperti kritik tersembunyi untuk Orde Baru atau minimal untuk masyarakat pada saat itu. Kebanyakan karakternya adalah cowok-cowok yang terpinggirkan, dan mereka selalu naksir cewek kaya. Yang saya suka dari film ini adalah adanya adegan komedi yang sangat simbolik dan mengkritik soal kesenjangan sosial. Karena nggak mungkin bisa mengobrol dengan orang yang ada di atas kelas ekonomi kita, kecuali ada keajaiban yang digambarkan sebagai payung di film ini.”

  11. A VERY BORING CONVERSATION (2006)
  12. “Saya bisa kasih kalian alasan yang intelektual, tapi bukan itu yang mau saya bahas. Well, sebenarnya film ini intinya membahas budaya basa-basi kita. Sepanjang film kamu nggak akan menangkap apa yang mereka bicarakan. Tapi saya suka film ini bukan karena itu. Ceritanya tentang affair seorang pemuda dengan seorang tante-tante. Yang paling menarik adalah ada satu adegan dimana si pemuda meminta si tante yang juga mantan pramugari, untuk memperagakan alat keselamatan pesawat. Lalu saya malah bernafsu, ha ha, padahal di film ini sama sekali nggak ada adegan buka-bukaan. Film ini sangat sopan, nggak ada omongan jorok, nggak ada adegan tak senonoh. Saya sampai bertanya kepada teman-teman cowok saya yang menonton film itu, dan ternyata jawaban kami sama. Pada akhirnya kalian akan ngeh kalau film ini ngomongin hubungan badan karena dialog yang ada pada adegan terakhirnya. Adegan tersebut juga akan membuat kalian terpancing untuk mikir jorok. Padahal kalau kalian tonton film ini dari awal sampai akhir, kalian nggak akan menemukan satu pun adegan atau dialog yang perlu disensor. Makanya kalau saya dengar ada orang yang ngomongin sensor, saya malah jadi bete. Nggak perlu menampilkan cewek tanpa busana kok untuk mikir jorok. Film ini buktinya.”

  13. GADIS PENAKLUK (1980)
  14. “Sebenarnya saya menonton film ini belum lama, kira-kira tahun lalu. Ketemunya juga nggak sengaja, murni karena judulnya. Tapi setelah saya tonton, saya jadi suka dengan film ini karena saya jarang menemukan film remaja yang sangat real. Saya sangat terganggu dengan film remaja belakangan; dimana anak SMA melakukan pendekatan, lalu ‘nembak’ di restoran Perancis yang mewah. Padahal sebenarnya kita bisa mengajak gebetan kita ke mana pun dia suka. Kalau dia suka nonton ya ajak nonton, kalau dia suka fastfood ya ajaklah restoran fastfood. Film ini generik sekali, dan saya menemukan kenyataan-kenyataan yang asyik seperti itu. Sesimpel pulang sekolah nongkrong di warung, dan itu yang anak muda lakukan. Ceritanya sebenarnya sederhana, tentang seorang anak cewek yang naksir gurunya. Tapi saya sangat suka eksekusinya dan dialognya lucu. Ada dialog yang berkesan waktu ada satu cowok yang mendekati si tokoh utamanya. Si tokoh utamanya bertanya, “Nama kamu siapa?” - “Robert.” - “Oh, nama kamu kalau dibalik jadi permen ya.” Maksudnya Trebor, ha ha. Jayus sih, tapi berkesan. Memang anak SMA di tahun segitu makannya permen Trebor. Dan saya jarang menemukan film kita yang memasukkan budaya pop sesantai itu.”

  15. ELIANA ELIANA (2002)
  16. “Ada elemen personal juga di dalamnya. Ini film sangat sederhana yang membicarakan tentang perantauan. Walaupun kalian seorang perantauan, tapi keluarga kalian pasti masih hadir; lewat harapan mereka, nasihat mereka, tuntutan mereka dan apa pun itu. Saat keluarga menyusul kalian ke kota, kalian nggak akan bisa ngapa-ngapain selain jujur. Sama sekali nggak rumit. Dengan cara sederhana, Riri bisa membahas hal yang besar dan masih punya rasa.”

  17. APA JANG KAU TJARI, PALUPI? (1969)
  18. “Saya suka karena ini adalah film yang ngomongin film. Bercerita tentang perceraian dan keretakan sebuah rumah tangga antara seorang penulis dan seorang aktris, itu sebabnya ini satu-satunya fillm yang nggak ada impact personalnya buat saya. Tapi kalau saya ditanya apa film Indonesia terbaik, saya bisa bilang film ini adalah salah satunya. Dialog di film ini sangat cantik, bahkan dialog terbaik di perfilman Indonesia.”

  19. JALAN SEPANJANG KENANGAN (2007)
  20. “Film pendek yang bercerita tentang usaha seorang tukang becak di Jogja untuk memenuhi keiinginan istrinya yang sedang ‘ngidam’ hamil. Yang asyiknya adalah dimana pasangan suami istri ini mengulang kenangan lama di sepanjang perjalanan. Selama ini kita terbiasa dimanjakan dengan romance yang luar biasa. Tapi film ini sangat sederhana dan mempunyai romance yang sangat membumi, ditambah lagi karena saya lama tinggal di Jogja, ha ha.”
Demikianlah 32 film terbaik untuk ditonton pria, jika Kamu penasaran silakan saja langsung unduh gratis di Drakor-ID. Dijamin, gak bakalan nyesel!