Langganan

IIFYM: Metode Diet Suka-suka Yang Menggoda

Pernahkah Anda menghitung berapa kali Anda berlaku cheating saat melakukan diet? Jika Anda menemukan bahwa frekuensi cheating Anda terlampau banyak – bahkan lebih banyak daripada hari-hari diet Anda, ada dua hal yang Anda alami. Pertama, Anda tak mempunyai motivasi dalam menjalankan diet. Kedua, diet yang Anda lakukan terlalu berat sehingga Anda tidak bisa menjadikannya sebagai pola hidup. Anda menderita saat melakukannya.

diet IIFYM

Untuk faktor yang pertama, kami tak bisa memberi banyak solusi karena pada intinya, menjalankan diet harus didasarkan pada motivasi Anda yang besar, entah karena ingin hidup sehat atau tuntutan agar penampilan lebih menarik.

Kedua, jika diet yang Anda lakukan saat ini tidak sesuai dengan karakteristik tubuh dah aktivitas sehingga terasa sangat membenani, Anda bisa mempelajari berbagai metode diet yang ditawarkan. Menurut Vera Napitupulu, ahli Gizi dan Program Manager Light House Indonesia, diet ialah usaha untuk memperbaiki pola makan secara simultan dan dilakukan secara berkesinambungan, sampai kita mendapat pola makan yang sesuai untuk diri kita sendiri. Salah satu metode diet yang ditawarkan adalah diet If It Fits Your Macros (IIFYM).

Apa itu Diet IIFYM?

Diet If It Fits Your Macros ialah jenis diet berfokus pada kebutuhan tiga jenis makronutrien, yaitu karbohidrat, lemak, dan protein, agar tubuh bisa beraktivitas secara normal. Diet ini memberi fleksibilitas kepada pelaku diet untuk mengonsumsi berbagai macam makanan.

Syarat utamanya, dalam menjalankan diet ini harus diimbangi dengan latihan fisik sehingga tetap terjadi defisit kalori sebagai syarat utama terjadinya penurunan berat badan. Walaupun Anda bebas mengonsumsi beragam makanan, tapi diet ini tetap menganjurkan Anda untuk menghitung kebutuhan kalori harian berdasarkan rasio asupan tiga unsur makronutrien tersebut.

Bagaimana Metodenya?

Bila Anda suka matematika, Anda akan suka diet ini. Pertama Anda harus mengakses laman iifym.com dan menggunakan alat hitung yang tersedia di dalamnya untuk mengalkulasi jumlah kebutuhan kalori harian berdasarkan berat badan, tinggi dan umur.

Selanjutnya, Anda harus mengukur besaran kalori yang harus dipangkas lewat olahraga untuk mencapai defisit kalori. Kemudian, Anda harus menganjurkan pola makan yang sudah ditentukan diet ini, yaitu 50 persen asupan karbohidrat, 30 persen protein, dan 20 persen lemak. Sebagai gambaran, bila kebutuhan kalori harian Anda 2000 kalori, komposisi diet Anda adalah 250 gram karbohidrat, 150 gram protein, dan 45 gram lemak.

Pro dan Kontra

Layaknya mengaplikasikan metode diet lain, prinsip yang harus dipegang adalah menyesuaikannya dengan kondisi tubuh secara keseluruhan. Kondisi tubuh seseorang tentu berbeda satu sama lain. Itulah yang akhirnya menimbulkan pro dan kontra terhadap diet ini. Menurut Vera Napitupulu, “Aspek positif dari diet ini adalah Anda tak akan merasa terbebani saat menjalaninya karena diet ini membolehkan mengonsumsi apa saja yang Anda mau.

Masih menurut Vera, diet ini juga mempunyai kelemahan. “Yang sering terjadi adalah pengaplikasian diet ini relatif sulit. Pertama, Anda harus mencukupi kebutuhan harian sesuai dengan pola diet ini. Kedua, lantaran diet ini mengandalkan pola diet 50 – 30 – 20, yang menuntut Anda untuk mengetahui berapa jumlah kalori setiap kali makan. Untuk sebagian orang, hal itu bisa sangat membebani. Ketiga, karena diet ini mengizinkan orang mengonsumsi apa saja, ia akan mudah tergoda makanan junkfood,” paparnya.

Kesimpulan: (Tetap) Butuh Kedisiplinan

Setelah melihat kelebihan dan kekurangan diet ini, tinggal Anda yang memutuskan apakah diet ini bisa Anda jalankan atau tidak. Dan, jika Anda memutuskan untuk menjalankannya, pastikan pula apakah diet ini dapat membuat Anda meminimalisir kesempatan untuk melakukan cheating yang bakal merusak program diet Anda.

Pada dasarnya, diet ini menuntut Anda untuk tetap aktif berolahraga. Jika Anda merasa mempunyai banyak waktu berolahraga, Anda bisa menjalankan diet ini. “Bagi para atlet atau body builder, diet ini baik karena mereka mempunyai waktu olahraga yang banyak,” jelas Vera. “Selain itu, layaknya metode diet yang lain, diet ini bagus tetap menuntut kedisiplinan. Untuk orang yang belum terbiasa diet, kedisiplinan dan ketelatenan agak sulit terjaga,” tambahnya.

Satu lagi hal yang perlu diperhatikan adalah kebebasan mengonsumsi beragam pilihan makanan dalam diet ini. “Kecenderungan yang sering muncul adalah tidak bisa mengontrol keinginan untuk melahap makanan yang sebenarnya harus dijauhi, seperti junkfood atau fastfood,” terang Vera. Bebas memilih makanan bukan berarti Anda bebas melahap apa saja. Selain minim nutrisi, makanan cepat saji relatif juga tinggi kalori sehingga Anda butuh kerja dua kali lipat untuk membakarnya.

Baca juga: Waspadai 7 Bahaya Kurus Pada Masalah Kesehatan Anda

Prinsip Penting Jalankan Diet IIFYM

Bila Anda tertarik tetap mencoba diet ini, khususnya Anda yang belum terbiasa diet, ada beberapa hal yang harus Anda jadikan pedoman. Vera Napitupulu memberi beberapa prinsip.

Harus sehat secara keseluruhan.

Untuk menjalankan diet ini, Anda haruslah sehat secara keseluruhan. Sehat itu tak hanya punya enam kotak di perut dan otot bisep yang kekar di lengan. Bila dilakukan sesuai syarat dan anjuran, diet IIFYM bisa membantu Anda mencapai berat badan yang Anda mau – entah menurunkan berat badan atau membesarkan badan. Bila Anda ingin menurunkan tubuh, kurangi kalori sebanyak 20 persen dari kebutuhan harian lewat pola makan dan olahraga.

Punya kontrol diri yang baik.

Dengan membebaskan kita mengonsumsi aneka makanan, diet ini membuka peluang lebar bagi kita untuk tergoda terhadap makanan atau minuman yang kurang sehat, seperti goreng-gorengan, minuman soda, burger, dan lain sebagainya. Oleh karenanya, bagi Anda yang ingin mencoba diet ini harus punya kontrol diri yang baik. Anda harus tahu kapan sudah berhenti dan tak perlu menambah lagi. “Atau, minimal lewat cara yang paling aman saja. Anda bisa menyiasati rayuan itu dengan membawa bekal sehat dari rumah. Ini efektif agar Anda tak membeli camilan yang tak sehat atau tergiur mengonsumsi yang tak sehat,” urai Vera.

Tekun dan sabar.

Hanya karena berat badan ingin cepat-cepat turun, Anda tak perlu menjalani diet ketat, Girl. Ujung dari sebuah diet itu ialah terjadinya perubahan gaya hidup. Hal itu tak bisa terjadi begitu saja secara cepat. Butuh proses. Jadi, lebih baik nikmati saja prosesnya. Sabar saja; bila ada kesalahan di tengah jalan, langsung dikoreksi. Jika menu makan, sudah mulai membosankan, cari alternatif makanan sehat lain.

Hindari makanan olahan.

“Sewaktu IIFYM memberikan keleluasaan Anda untuk mengonsumsi makanan apa saja, itu bukan berarti tak ada batasan. Sebaiknya, pilihlah makanan yang fresh, bukan olahahan. Makanan olahan biasanya sudah ditambahan gula, garam, dan pengawet, sehingga jumlah kalori yang kita makan besar, namun belum tentu itu membuat Anda kenyang sehingga cenderung membuat Anda menambah porsinya. Padahal, yang kita cari adalah porsi makan sedikit tapi membuat kenyang,” jelas Vera.