Sebelum Potong Poni, Sebaiknya Baca Dulu Yang Ini

Diposting pada
Sebelum kamu benar-benar memutuskan untuk potong poni, sebaiknya baca dulu artikel ini! Bangs can do wonders. Lihat saja Taylor Swift yang rambutnya bertransformasi menjadi lebih edgy chic berkat bantuan potong poni. Biar begitu, ternyata poni susah susah-gampang diurus. Here’s why!

Potong poni: harus sering keramas

Kening adalah bagian wajah yang sering berminyak. Karena sering bersentuhan dengan kulit kening, poni kamu pasti juga akan kena minyak dan terlihat kurang bagus. Karena itu, penting bagi kamu yang berponi untuk keramas setiap pagi supaya minyak yang menempel pada rambut segera hilang. Nggak punya banyak waktu? Remember the age-old hair hack: cukup cuci poni saja! Cara lain yang lebih praktis adalah memakai dry shampoo ketika poni sudah terlihat greasy.

Cek tekstur rambut

Sama seperti bentuk wajah, tekstur rambut juga berpengaruh dengan hasil potongan ponimu! Apakah rambutmu lurus dan tipis atau keriting dan tebal? Kalau rambutmu lurus dan tipis, berarti rambutmu cocok berponi. Pemilik rambut keriting perlu berpikir dua kali kalau mau berponi, karena rambut keriting terlihat lebih ringan daripada poni rambut lurus yang langsung jatuh di kening. Meskipun nggak banyak cewek berambut keriting yang berponi, we think curly bangs look soft and fluffy! Kenapa nggak?

Face the inevitable: jerawat

Siap-siap berteman dengan sabun dan obat jerawat! Poni kesayanganmu bisa saja menyebabkan jerawat di kening – akibat dari keringat berlebihan dan produk haircare yang kurang cocok di kulit wajah. Karena itu, it’s necessary to take extra care of your skin.

Selain cuci wajah secara teratur, cara untuk menghindari tumbuhnya jerawat adalah angkat poni ketika sedang di rumah. Biarkan pori-pori yang terkena keringat terkena udara segar supaya nggak menyebabkan jerawat.

Rutinitas baru: styling your bangs!

Kalau mau rambutnya berponi, berarti kamu juga harus siap repot. Bangs are high maintenance – kamu wajib meluangkan waktu khusus untuk styling poni, lho! Meskipun ada beberapa orang beruntung yang tetap terlihat oke dengan effortless look, poni membutuhkan usaha ekstra supaya terlihat sempurna. Misalnya, sehabis keramas kamu masih harus blow dry poni, padahal biasanya kamu bisa langsung pergi tanpa perlu repot. Memang styling poni itu penting banget, ya? Tentu saja! The first thing people will notice is the bangs that frame your face, jadi nggak ada salahnya kalau kamu buang jauh sifat malasmu untuk mendapatkan poni yang lebih baik.

Change your makeup routine

This could be a good thing, but it depends on how you look at it. Buat kamu yang menganggap pakai makeup itu repot, sepertinya kamu akan suka pakai poni. Misalnya, dengan panjang yang tepat, kamu nggak perlu lagi menggambar alis supaya terlihat simetris. Beda ceritanya kalau kamu memang suka pakai makeup – punya poni berarti ada satu step yang hilang. Kalau biasanya kamu fokus pada bagian mata saat makeup, sekarang cobalah memakai eye makeup yang lebih natural. The same goes with glasses. Kamu perlu menyesuaikan kacamata yang cocok dengan poni barumu.

SeeK out help

Pertama kali memiliki poni? Inisiatif itu penting, tapi jangan ambil resiko potong poni sendiri! Mungkin kamu merasa sudah ahli setelah menonton banyak tutorial di YouTube, namun tetap saja ada kemungkinan kamu akan menyesal dengan hasil potongan yang nggak profesional. Daripada sibuk menutupi kepala dengan topi akibat poni salah potong, sebaiknya kamu langsung konsultasi dengan hairstylist and let them do the work for you!

Potong Poni secara reguler

Dulu, sebelum punya poni, kamu nggak perlu ribet memikirkan panjang rambut. Cukup potong ketika sudah terlalu panjang dan membuat gerah. Sayangnya, the luxury to be messy akan hilang seiring dengan bertambah panjangnya poni. Tanpa kamu sadari, poni sudah menutupi mata dan harus segera dipotong. Padahal, kamu sudah suka dengan panjang awal poni, but bangs seem to grow faster than other parts of your hair. Sekali lagi, kamu harus siap repot, karena poni sebaiknya dipotong setiap 2-3 minggu sekali.

Kenali bentuK wajah

Nggak semua potongan poni cocok dengan bentuk wajahmu. Misalnya, wajah bulat kurang sesuai kalau dibingkai oleh poni thick blunt cut, yang bisa menambah kesan ‘penuh’. Buat kamu yang berwajah bulat, ada baiknya punya poni dengan potongan side-swept yang manis. Sebaliknya, wajah kotak akan cocok dengan poni blunt cut, tapi lebih tipis dan messy a la Alexa Chung. Jangan khawatir untuk kamu para pemilik wajah oval, karena wajah oval mempunyai proporsi yang baik untuk semua jenis potongan poni.

Ubah lifestyle

At this point, kamu seharusnya yakin mau potong poni atau enggak. Tapi, apakah poni akan menyulitkan aktivitas dan hobi kamu? Poni terkadang bisa jadi gangguan, terutama untuk kamu yang suka olahraga dan nggak mau repot. Misalnya, kalau kamu hobi nge-gym dan nggak terbiasa dengan poni, pikirkan lagi apakah si poni benar-benar cocok untuk kamu dan kegiatanmu.