Langganan

Manfaat Kopi dapat Mencegah Pikun Dini

Minum kopi sudah menjadi sebuah budaya, entah sekedar untuk mencegah rasa kantuk atau untuk membantu metabolisme tubuh membakar lemak. Tahukah Anda salah satu manfaat mengonsumsi kopi adalah sangat baik untuk mencegah kepikunan (dementia) yang sudah mengarah ke penyakit Alzheimer? Hasil penelitian menunjukkan, minum 3 sampai 5 cangkir kopi tiap hari bisa mengurangi risiko terkena penyakit alzheimer sampai 20%.

manfaat kopi

Penyakit Alzheimer yang ditakuti itu merupakan penyakit kepikunan yang sudah parah. Tak cuma menyebabkan kepikunan, penyakit ini juga dapat menyebabkan kematian sel-sel otak sehingga tak bisa lagi berfungsi dengan baik. Bahkan, sedikit demi sedikit, Alzheimer akan membuat penderita mengalami kemunduran fungsi kognitif dan emosional.

Biasanya, penyakit kepikunan Alzheimer diakibatkan oleh proses penuaan alami. Sejalan proses penuaan, terjadilah akumulasi protein amyloid-beta yang bertumpuk di otak sehingga menyebabkan adanya gangguan sel-sel saraf. Selain faktor penuaan, Alzheimer juga dapat dipicu oleh faktor genetik, gangguan pada fungsi kekebalan tubuh, infeksi virus, diet tinggi lemak, dan lainnya.

Biji kopi kaya akan senyawa antioksidan yang disebut polifenol yang sangat baik melindungi sel-sel saraf dari kerusakan dini dan mencegah penumpukan protein amyloidbeta. Kafein dan polifenol juga mampu mengurangi peradangan sel-sel otak dan jaringan sekitar otak. Selain bermanfaat untuk menghambat penyakit kepikunan, kandungan kafein pada biji kopi juga dapat membantu proses pengembalian ingatan, seiring terapi yang harus dilakukan oleh penderita.

Baca juga: Mitos Kopi Hitam Yang Wajib Dikenal Penikmatnya

Komposisi kafein pada kopi menjadi komposisi yang paling tinggi dibandingkan dengan kafein dari sumber lainnya. Kafein yang terdapat pada secangkir kopi (takaran 150 ml), adalah 80-100 mg kafein. Itu lebih tinggi dari teh yang cuma sekitar 40 - 50 mg/150 ml, 9 - 19 mg/100 ml pada minuman kola, dan 5 - 20 mg/100 gram pada permen coklat. Food and Drug Administration (Badan pemeriksa obat dan makanan) Amerika Serikat, mengkategorikan senyawa ini ke dalam kelompok makanan yang aman dikonsumsi - dalam jumlah yang tidak berlebihan dan memiliki efek stimulasi sistem saraf pusat jangka pendek yang sangat baik bagi pencegahan penyakit Alzheimer.