Berkunjung ke Yunani, Negeri Kuno Dewa-Dewi

Diposting pada
Kesan pertama yang ada dibenak ketika berkunjung ke Yunani, seperti kembali ke abad silam. Bangunan-bangunannya yang artistik dengan 24 pilar - di sana dikenal dengan sebutan ‘dorik’ - memberi citra bahwa para arsitek yang membangun, punya cita rasa yang tinggi. Sehingga jangan heran, bila banyak bangunan di abad milenia ini pun, banyak yang mengacu ke arsitektur Yunani itu.

Sebagai salah satu satu peninggalan kebudayaan masa silam di dunia, kontribusi Yunani sangat besar bagi dunia internasional – khususnya dalam dunia kenegaraan. Seperti kata demokrasi, republik, otokrasi, trias politica, sampai olimpiade. Yunani tergolong salah satu negara Eropa yang kaya sinar matahari, serta sarat dengan para “dewa-dewi”. Negeri yang penuh pemandangan indah, dengan ratusan bukit karang menjulang seakan-akan menopang langit dan pulau-pulau yang ditumbuhi pepohonan cemara.

Terdapat pula berkaitan dengan para dewa-dewi Yunani kuno. Seperti Apollo, Zeus, Venus, Aphrodite, Poseidon dan Zorba. Di semua pulau itu terdapat puingpuing kuno, desa nelayan, pantai-pantai yang indah, rumah-rumah mewah tempat persembunyian para jet-set dan koloni para artis.

Di tempat-tempat seperti ini, wisatawan dapat menelusuri jalan-jalan kecil yang dikelilingi gedung-gedung berwarna putih. Pun bisa berbelanja cenderamata pada penduduk lokal dan menyantap makanan seafood cita rasa lokal. Dapat pula menyewa sepeda motor untuk tur keliling atau berjemur di pantai.

Yunani di Malam Hari

Di malam hari, bisa mengunjungi tempat-tempat hiburan yang menyediakan minuman anggur khas Yunani, yang dikenal dengan nama retsina, diiringi musik khas bouzoukia sambil menari syrtaki. Bisa juga bergabung di kafe-kafe pinggir pantai yang menyuguhkan berbagai atraksi dan menyediakan makanan lokal seperti dolmadakia, souvlaki, moussaka serta makanan khas lainnya.

Pemandangan indah dari bangunan-bangunan yang ada di negara itu, lebih terasa eksotik bila menikmatinya lewat laut. Ini disadari betul oleh para biro perjalanan yang ada di negeri itu. Sarana transportasi laut seperti hidrofoil, atau kapal ‘Love Boat’ dan ‘Fun Boat’ dapat mengantar turis menikmati sisa-sisa peninggalan para arsitek jempolan Yunani.

Menyadari bahwa menikmati Yunani lebih terasa romantis bila lewat laut, sebagai langkah awal, ambil rute dari Saronic - sekumpulan pulau yang terletak tidak jauh dari ibu kota Athena. Dengan hidrofoil, tempat itu bisa ditempuh dalam waktu kurang dari satu jam. Juga bisa mengunjungi pelabuhan Trocadero, yang bisa ditempuh dalam tempo sekitar 20 menit dengan taksi dari pusat kota Athena. Di sana tersedia tur laut dengan kapal MV. Giorgis yang lebih dikenal dengan nama ‘Fun Boat’ berkapasitas 720 orang penumpang.

Kapal ini melayari teluk Saronic, melewati pulaupulau di sekitarnya yang berpemandangan sangat indah dengan rumah-rumah berwarna putih dan warna laut biru yang menjadi inspirasi bendera nasional Yunani. Di pulau Aegina terdapat kuil Aphaia yang dibangun pada tahun 480 SM, mirip dengan Parthenon di Athena yang sangat terkenal. Juga terlihat pilar-pilar 24 Dorik yang masih asri.

Perjalanan yang berlangsung dari pagi dan malam hari itu, memberi pandangan tersendiri, bahwa tidak salah kalau Yunani dijuluki kota para “dewadewi”. Karena keindahan dan eksotiknya bangunan yang ada, seolah-olah membawa kita ke dalam nuansa keasrian Taman Firdaus.