Langkah Mudah Jadikan Balita Cerdas dan Sehat Sejak Janin

Diposting pada

Memiliki balita cerdas dan sehat merupakan dambaan tiap orang tua. Untuk mewujudkan itu, sebetulnya bunda cukup mengerjakan hal-hal sederhana serta menjaga pola makan dan gaya hidup sehat. Langkah-langkah untuk memiliki balita cerdas dan sehat tidak hanya perlu dilakukan ketika si kecil sudah lahir. Namun harus diupayakan sebelum kehamilan, semasa ibu hamil, dan sesudah si kecil lahir. Langkah-langkah itu perlu supaya si kecil menjadi cerdas dan sehat sejak janin. Harus bagaimana supaya balita menjadi cerdas dan sehat? Ikuti tips berikut ini.

Perhatikan usia, pola menstruasi, dan gaya hidup

Bicara tentang kecerdasan tentu tidak terlepas dari kualitas otak yang terpenuhi dari sejumlah faktor. Usia 25-35 adalah masa yang tepat untuk hamil agar didapat janin yang sehat dan cerdas. Di luar usia itu, risiko gangguan pada kehamilan sangatlah besar. Jadwal menstruasi harus juga diperhatikan. Kalau terjadi pola yang enggak teratur, catat dan lakukan pengecekan medis untuk meminimalisir terjadinya kemungkinan buruk.

Selain kondisi kesehatan diri sendiri dan pasangan, gaya hidup dan lingkungan juga sangat berperan. Hidup sehat bisa dimulai dengan membiasakan diri bangun pagi dan menghirup udara segar sembari berjalan selama 20-30 menit tiga kali dalam seminggu. Lingkungan yang sehat juga sangat memengaruhi kualitas janin.

Menyusui dan memberikan sentuhan pada bayi

Latihan mengisap puting ibu penting dilakukan begitu bayi keluar dari rahim bunda. Kalau latihan ini ditunda setelah bayi dimandikan dan dipisahkan beberapa lama, maka refleks mengisapnya sudah turun sehingga bayi dan bunda harus berusaha lebih keras agar ASI bisa diisap dengan maksimal.

Inisiasi menyusui dini (IMD) akan menjadi proses awal terbentuknya ikatan antara ibu dan si kecil, karenanya harus diupayakan. Meski ASI belum keluar, setiap 2 jam sekali. Kegiatan menyusui mampu menimbulkan perasaan sayang pada bayi yang merangsang produksi hormon oksitosin pada otak mama. Hormon cinta inilah yang memandu tubuh mama untuk mengalirkan ASI yang telah diproduksi di payudara.

Selain dengan menyusui, kedekatan ibu dan bayinya bisa dibangun melalui sentuhan-sentuhan yang nyaman dan menstimulasi otak. Pijat bayi sudah terbukti bisa melengkapi kebutuhan ini. Pijat bayi bisa dilakukan selama 15-20 menit setiap hari atau selama bayi menyukainya. Kalau bayi mulai bosan atau rewel, hentikan kagiatan ini dan lakukan kegiatan lain.

Relaksasi dan latihan fisik

Sejak usia kandungan mencapai 24 minggu, janin mulai menggunakan indra pendengarannya. Cairan ketuban adalah media penghantar gelombang suara ke janin. Perdengarkan suara bunda dan ayah kepada janin. Ngomong tentang apa pun boleh. yang penting ucapkan dengan nada ramah dan baik. Semakin sering indra janin dirangsang, semakin giat otaknya membentuk sambungan-sambungan untuk mencerna informasi.

Musik apa pun yang bunda sukai boleh diperdengarkan asalkan efeknya menenangkan, menyenangkan, dan frekuensinya tidak lebih dari 70 desibel. Ketenangan menghasilkan relaksasi yang penting untuk mencapai aktivitas otak yang positif. Bila bunda menggunakan pemutar MP3 di ponsel. sediakan jarak yang tidak terlalu dekat dengan perut. Putarkan musik satu jam setiap hari secara rutin.

Untuk berlatih fisik, yoga prenatal menawarkan pose-pose ringan yang membantu melancarkan aliran darah bunda sehingga janin mendapat suplai oksigen dan gizi secara baik. Bukan hanya itu. beryoga juga dapat mengurangi ketegangan otot dan ketidaknyamanan selama proses hamil. Secara tidak langsung, bunda dan janin dapat berinteraksi melalui komunikasi pusat pikiran. Kegiatan lainnya seperti senam hamil juga sangat baik dilakukan secara rutin. Senam hamil juga melatih fleksibilitas, kekuatan, dan menjaga sistem pembuluh darah dan jantung. Untuk mamil yang sulit tidur akibat nyeri otot, senam dan yoga bisa jadi cara jitu untuk mengatasinya.

Penuhi kebutuhan gizi

Tingkat kecerdasan dan kesehatan janin sangat dipengaruhi gizi sang bunda. Saat usia kehamilan 1-4 bulan, berikan gizi terbaik kepada janin. Salah satu yang tak boleh dilewatkan pemenuhannya adalah asam folat. Selain untuk mencegah cacat pada tabung saraf tulang belakang (spina bifida), asam folat sangat baik untuk mendukung persiapan bantalan yang menempel pada plasenta. Bila bunda kurang mengonsumsi asam folat, maka lapisan endometrium (dinding rahim) akan menipis sehingga penyerapan nutrisi bisa tidak maksimal.

Zat besi dibutuhkan dalam jumlah banyak selama kehamilan karena volume darah terus bertambah, menjadi lebih cair, dan pastinya memerlukan zat besi yang banyak untuk produksi sel darah merah. Jika jumlah sel darah merah tidak tercukupi, maka proses penghantaran gizi ke janin bisa terganggu.

Kalsium juga sangat penting dipenuhi asupannya. Untuk mamil minimal 500 mg/hari yang bisa didapat dari ikan, sayuran hijau, atau susu dan lainnya. Saat pertama kali tulang belakang janin terbentuk, saat itulah kalsium banyak dibutuhkan.

Untuk pertumbuhan sel otak yang pesat, janin memerlukan asupan lemak dari jenis omega-3 dan omega-6. Mamil dengan berat badan ideal tidak perlu mengonsumsi suplemen omega 3. Cukup dari makanan sehari-hari saja seperti ikan-ikanan khususnya salmon yang banyak mengandung omega-3 (DHA, EPA) tinggi. Namun, omega-3 yang diasup mamil dalam sehari tak boleh melebihi 50 ml. Mengapa? Karena omega-3 bersifat mencairkan darah, sedangkan tubuh mamil sudah secara alami mengatur darah menjadi lebih encer. Berbeda jika mamil bertubuh gemuk, disarankan mengonsumsi omega-3 lebih dari 50 ml per hari. Mamil bertubuh gemuk membutuhkan lebih banyak lemak baik seperti omega-3 untuk melancarkan aliran darah.

Protein pun memegang peranan kunci dalam pembentukan otot, struktur tulang, enzim, dan kekebalan tubuh janin. Dalam sehari mamil cukup mengonsumsi 35 gram daging sapi tanpa lemak. Telur ayam pun mengandung banyak protein dan lemak, serta kaya akan vitamin. Satu butir telur sehari secara teratur dapat membantu pembentukan otak janin dan penglihatan bayi setelah lahir.

Jelaskan akan kebutuhan perhatian dan kasih sayang

Saat hamil umumnya emosi bunda lebih bergejolak. Ayah mungkin menangkapnya sebagai panggilan untuk lebih memanjakan dan memerhatikan istri. Asal muasal gejolak emosi ini adalah perubahan komposisi hormon pada tubuh bunda. Jadi, jangan bingung mengapa terjadi perubahan sikap pada dirinya. Ayah bisa diberi penjelasan, bahwa kehamilan membawa perubahan komposisi hormon yang berefek juga pada perasaan, pikiran, dan sikap bunda sehari-hari. Ayah dibutuhkan untuk memberikan rasa aman, nyaman, dan tenang.

Demikian langkah-langkah mudah untuk menjadikan balita cerdas dan sehat sejak janin. Semoga artikel ini bermanfaat buat bunda, ayah, dan khususnya si kecil atau calon bayi Anda.